Ruang-ruang Kelas : Jurnal Pendidikan Biologi
http://rrkjurnal.ppj.unp.ac.id/index.php/RRKJURNAL
<p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Ruang-ruang Kelas (RRK Jurnal) </strong>ini memfasilitasi penerbitan artikel karya sendiri (original) tentang isu dan tren terkini dalam Pendidikan Biologi/IPA meliputi kurikulum dan implementasi kurikulum dalam proses pembelajaran di sekolah. Gagasan dalam karya tulis menunjukkan bukti kemampuan penguasaan teori dan praktik Pendidikan Biologi/IPA. Rincian ruang lingkup kajian dalam artikel antara lain (1) Kebijakan dan Kurikulum Biologi/IPA, (2) Asesmen atau Penilaian Pembelajaran Biologi/IPA, (3) Proses Pembelajaran Biologi/IPA meliputi, Strategi, Model, Metode, dan Pendekatan, (4) Media Pembelajaran IPA (Biologi), dan (5) Kasus/permasalahan yang relevan antara Pendidikan Biologi dan Kemasyarakatan.</p> <p style="text-align: justify;"> </p>Departemen Biologi FMIPA Universitas Negeri Padangen-USRuang-ruang Kelas : Jurnal Pendidikan Biologi2809-6711Eksplorasi Nilai Edukatif Pada Permainan Tradisional Kabupaten Tanah Datar Sebagai Dasar Inovasi Pembelajaran Sains Berwawasan Kearifan Lokal
http://rrkjurnal.ppj.unp.ac.id/index.php/RRKJURNAL/article/view/208
<p><em>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam permainan tradisional di Kabupaten Tanah Datar sebagai dasar inovasi pembelajaran sains berbasis indigenous knowledge. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada tokoh masyarakat dan penggiat seni yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan bantuan alat perekam, kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi jenis permainan tradisional yang masih ada beserta nilai-nilai pendidikan yang dikandungnya. Hasil penelitian menemukan lima jenis permainan tradisional, yaitu Dama(Domoa), Galah, Layang-Layang, Tokok Lele, dan Sipak Rago jo Bola Limau. Keempat permainan ini mengandung nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, sportivitas, tanggung jawab, kreativitas, serta keterampilan kognitif, motorik, dan sosial yang relevan dengan pembelajaran sains kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang efektif dan bermakna. Oleh karena itu, pelestarian dan integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran sains perlu didorong untuk menjaga kearifan lokal sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21 pada peserta didik.</em></p>Muhammad Hamim Abdullah
##submission.copyrightStatement##
2025-02-232025-02-234111010.24036/rrkjurnal.v4i1.208