http://rrkjurnal.ppj.unp.ac.id/index.php/RRKJURNAL/issue/feedRuang-ruang Kelas : Jurnal Pendidikan Biologi2026-05-20T07:32:09+00:00(RRKJURNAL)rrkjurnal@ppj.unp.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Ruang-ruang Kelas (RRK Jurnal) </strong>ini memfasilitasi penerbitan artikel karya sendiri (original) tentang isu dan tren terkini dalam Pendidikan Biologi/IPA meliputi kurikulum dan implementasi kurikulum dalam proses pembelajaran di sekolah. Gagasan dalam karya tulis menunjukkan bukti kemampuan penguasaan teori dan praktik Pendidikan Biologi/IPA. Rincian ruang lingkup kajian dalam artikel antara lain (1) Kebijakan dan Kurikulum Biologi/IPA, (2) Asesmen atau Penilaian Pembelajaran Biologi/IPA, (3) Proses Pembelajaran Biologi/IPA meliputi, Strategi, Model, Metode, dan Pendekatan, (4) Media Pembelajaran IPA (Biologi), dan (5) Kasus/permasalahan yang relevan antara Pendidikan Biologi dan Kemasyarakatan.</p> <p style="text-align: justify;"> </p>http://rrkjurnal.ppj.unp.ac.id/index.php/RRKJURNAL/article/view/212A Literature Review: Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Based Learning pada Materi Biologi untuk Peserta Didik SMA2026-05-18T08:29:10+00:00Irda Venny Triyenti Putrivennyirda@gmail.com<p><strong><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Abstrak</span></span></em></strong><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian ini bertujuan untuk meninjau literatur yang ada tentang pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKPD) berbasis Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) pada berbagai topik biologi untuk siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur yang mencakup 10 artikel terkait yang diterbitkan antara tahun 2018 dan 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan pada topik biologi seperti ekosistem, keanekaragaman hayati, sirkulasi darah, sistem ekskresi, pencemaran lingkungan, dan sistem imun secara konsisten memperoleh skor validitas berkisar antara 85% hingga 92,75%, yang diklasifikasikan sebagai valid hingga sangat valid. Nilai kepraktisan berkisar antara 85% hingga 100%, dan uji efektivitas menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis. Temuan analisis beberapa makalah menegaskan bahwa LKPD berbasis PBL dibutuhkan sebagai bahan ajar tambahan yang mendorong pembelajaran mandiri.</span></span></em></p> <p><strong><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Abstrak</span></span></em></strong><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur yang ada mengenai pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada berbagai materi biologi untuk peserta didik SMA/MA. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review terhadap 10 artikel terkait yang diterbitkan pada tahun 2018–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan pada materi-materi biologi seperti ekosistem, keanekaragaman hayati, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, kontaminasi lingkungan, dan sistem imun secara konsisten memperoleh nilai validitas antara 85%–92,75% dengan kategori valid hingga sangat valid. Nilai praktikalitas berkisar antara 85%–100%, dan uji efektivitas menunjukkan peningkatan hasil belajar serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Analisis temuaan dari beberapa makalah mengkonfirmasikan bahwa LKPD berbasis PBL diperlukan sebagai bahan terbuka tambahan yang mendorong kemandirian belajar.</span></span></em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://rrkjurnal.ppj.unp.ac.id/index.php/RRKJURNAL/article/view/213An Analysis of Students' Science Literacy Skills in the High School Phase E Curriculum on Biodiversity2026-05-18T08:37:10+00:00Adelia Rezki Anandaadeliara010@gmail.com<p><strong><em>Abstrak </em></strong><em>Program Penilaian Internasional Peserta Didik (PISA) menunjukkan bahwa siswa Indonesia memiliki kemampuan literasi sains yang rendah, termasuk memahami bagaimana konsep biologi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. karena terkait dengan masalah lingkungan dan konservasi, keanekaragaman hayati adalah topik penting dalam pembelajaran biologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik SMAN Fase E untuk memahami materi keanekaragaman hayati dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan di SMAN 13 Padang selama semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Metode sampling acak secara sederhana dilakukan untuk mengumpulkan sampel dari siswadi kelas X Fase E. instrumen penelitian adalah tes literasi sains yang berfokus pada materi keankearagaman hayati. Aplikasi Winsteps digunakan untuk menganalisis data menggunakan model Rasch untuk mengevaluasi kemampuan siswa, validitas instruman, reabilitas, dan tingkat kesukaran soal.</em> <em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik masih tergolong rendah. Sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan data, menganalisis permasalahan, dan menerapkan konsep sains dalam konteks kehidupan nyata. Kemampuan terbaik peserta didik terdapat pada indikator mengkomunikasikan penyebab tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia, sedangkan kemampuan terendah terdapat pada indikator klasifikasi keanekaragaman hayati, pemahaman ekosistem, dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Rendahnya kemampuan literasi sains dipengaruhi oleh rendahnya minat membaca, kurangnya latihan soal berbasis literasi sains, serta pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan konsep.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##http://rrkjurnal.ppj.unp.ac.id/index.php/RRKJURNAL/article/view/216A Literatur Review: Peningkatan Literasi Sains Siswa Melalui Pembelajaran Biologi Berbasis Socioscientific Issues (SSI)2026-05-20T07:32:09+00:00Nurafifah Sholeha Pohannurafifahpohan04@gmail.com<p><strong><em>Abstract </em></strong><em>The results of the Programme for International Student Assessment (PISA) indicate that the scientific literacy level of Indonesian students is still in the low category, thus requiring learning innovations that are capable of improving students' scientific thinking skills. One approach considered relevant is Socioscientific Issues (SSI)-based learning, which integrates science concepts with social problems in the community environment. This study aims to analyze the condition of Indonesian students' scientific literacy, examine the implementation of Socioscientific Issues in biology learning, and evaluate its contribution to improving students' scientific literacy. This study uses a library research method with a descriptive-qualitative approach. Data were obtained through tracing scientific articles, national and international journals, as well as academic documents relevant to scientific literacy and Socioscientific Issues.</em> <em>The data were then analyzed through the stages of data reduction, classification, interpretation, and systematic drawing of conclusions. The research results indicate that SSI-based learning is able to create a contextual, critical, and reflective learning environment, making it effective in improving students' science literacy. The implementation of SSI in biology learning also promotes scientific argumentation skills, decision-making, and awareness of social and environmental issues more comprehensively.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Abstrak </em></strong><em>Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa tingkat literasi sains siswa Indonesia masih berada pada kategori rendah sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah peserta didik. Salah satu pendekatan yang dinilai relevan adalah pembelajaran berbasis Socioscientific Issues (SSI) yang mengintegrasikan konsep sains dengan permasalahan sosial di lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi literasi sains siswa Indonesia, mengkaji implementasi Socioscientific Issues dalam pembelajaran biologi, serta mengevaluasi kontribusinya terhadap peningkatan literasi sains peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah, jurnal nasional dan internasional, serta dokumen akademik yang relevan dengan literasi sains dan Socioscientific Issues. Data kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis SSI mampu menciptakan lingkungan belajar yang kontekstual, kritis, dan reflektif sehingga efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa. Implementasi SSI dalam pembelajaran biologi juga mendorong kemampuan argumentasi ilmiah, pengambilan keputusan, serta kesadaran terhadap persoalan sosial dan lingkungan secara lebih komprehensif.</em></p>2026-03-31T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##